menuntut ilmu memang membutuhkan beragam "persenjataan". Mulai buku tulis, seragam, sampai pulpen and the gank buat merekam materi yang diajarkan guru ke catatan.
Selain perlengkapan sekolah, ada satu hal lagi yang membutuhkan dana tiap awal tahun ajaran. Namanya sumbangan pembinaan pendidikan alias SPP. Tanpa bayar SPP, jangan harap kamu bisa dapat label pelajar.
Eits, tapi itu dulu. Sekarang SPP nggak lagi jadi hal yang wajib dibayar tiap awal tahun ajaran. Yup, pemerintah mulai menerapkan program SPP gratis di sekolah-sekolah, mulai SD sampai SMA. Wah, asyik ya? Siapa saja kini bisa sekolah. Cita-cita Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia yang hari lahirnya diperingati tiap 2 Mei, pas hari ini, bakal terwujud.
Penerapan program SPP gratis juga disambut dengan senang hati bin riang gembira oleh sebagian besar responDet (82,1 persen). Gimana nggak seneng kalau SPP gratis bisa membantu meringankan beban ortu (30,3 persen)? Lagian, nggak sedikit kan siswa yang butuh (28,0 persen). Selain itu, program SPP gratis juga bisa mendukung program wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah (27,1 persen).
Dukungan penuh buat program SPP gratis, salah satunya, datang dari Septian Dio. Buat Dio, SPP gratis adalah program yang memang sudah saatnya diterapkan pemerintah. "Wah, setuju banget lah! Itung-itung bisa meringankan beban ortu. Soalnya, biaya pendidikan kan nggak sedikit. Jadi, nanti duit SPP-nya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang sama-sama vitalnya," tukas penghobi futsal ini.
Sayang, sekolah Dio termasuk yang belum memberlakukan program SPP gratis. Kalau setelah ini program itu diterapkan, Dio mengaku senang sekaligus sedih. Loh, kok sedih? "Iya, soalnya, aku sudah kelas III, sudah mau lulus. Jadi, nggak bisa ikut ngerasain, he he," imbuh pelajar SMA GIKI 2 itu.
Eka Erawati di SMAN 13 juga dengan mantap ngasih support buat program SPP gratis. Menurut Eka, program tersebut harus segera dilaksanakan dan jangan sampai berhenti di tengah jalan. "Di dalam APBN baru kan disebutkan bahwa anggaran buat pendidikan dinaikkan. Kalaupun ada SPP gratis, itu sudah kewajiban pemerintah untuk ningkatin mutu pendidikan. Nantinya kan bisa mengurangi angka putus sekolah. Jadi, kesempatan buat belajar juga semakin besar," ucap cewek berzodiak Libra ini panjang lebar.
Bagi Eka, sekolah-sekolah di Surabaya sudah memenuhi syarat buat nggak lagi menarik SPP dari siswa. "Kucuran dana dari pemerintah aku rasa cukup buat biaya operasional. Selebihnya bisa diambilkan dari sumbangan sukarela wali murid. Ini beda lho sama SPP yang diwajibkan setiap bulan," katanya menambahkan.
Dukungan serupa untuk program SPP gratis datang dari Ananto Eko di SMPN 3. Menurut Ananto, SPP memang sudah waktunya digratiskan. Ananto menganggap SPP gratis itu sebagai solusi untuk meringankan beban ortu.
"Biaya hidup sehari-hari aja udah tinggi banget. Belum lagi ditambah biaya pendidikan. Kalau SPP dihapuskan, uangnya bisa dipakai buat hal lain atau ditabung gitu," komentarnya.
Menurut Ananto, mayoritas sekolah sudah siap dengan pemberlakuan program SPP gratis. Tapi, siswanya juga kudu konsisten dan makin semangat belajar. "Para pelajar tetep harus rajin belajar dong. Percuma aja kalo SPP-nya gratis, tapi anaknya males-malesan," koarnya. Wah, setuju sama kamu, Ananto! sumber : http://jawapos.com/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
ok,emang sekarang sekolah mahal,tp jgan kawatir jika ada kemauan pasti ada jalan
BalasHapussatu pesan wdy buat mb, jgn mentang2 sekolah gratis trus bikin bnyk anak y. ntar jeber tuh badan, trus tktx si buah hati g keurus. muach'
BalasHapus